Selasa, 19 April 2011

TIPS-TIPS MEMILAH SAMPAH

• Sampah ialah limbah padat atau sisa aktivitas manusia baik organik maupun an-organik yang masih memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah terhadap lingkungan
• Organik ialah senyawa-senyawa kimia yang mengandung karbon dengan unsur-unsur kimia yang lain. Bahan organik dapat berasal dari alam atau buatan manusia. Beberapa senyawa organik merupakan sumber makanan untuk bakteri dan biasanya mengalami pembusukan
• Jenis sampah rumah tangga terdiri dari (1) sampah organik, (2) sampah an-organik, dan (3) Bahan Bahaya Beracun/B3. Sampah organik terdiri dari sisa makanan, sisa sayuran, kertas, kardus, tekstil, karet, ban, kayu dan semua jenis plastik. Sampah an-organik terdiri dari gelas, bahan pecah belah, kaleng timah, aluminium, logam besi. Sampah B3 ialah jenis sampah yang mudah terbakar, reaktif, beracun yang dapat membahayakan kesehatan atau kehidupan organisme. Sampah B3 terdiri dari baterei, pupuk kimia, cat, pestisida, insektisida.


• Berdasarkan karakteristik sampah khususnya sampah rumah tangga maka diklasifikasikan menjadi 3 meliputi (1) barang lapak, (2) bahan organik yang dapat dikomposkan, dan (3) residu. Barang lapak ialah sampah yang dapat dimanfaatkan atau dijual kembali. Barang lapak ialah sampah dari kertas, karton, kardus, besi, kaleng, plastik, botol, berbagai jenis karet. Bahan organik yang dapat dikomposkan ialah sampah dari material organik yang mudah atau cepat membusuk meliputi sisa makanan, sisa sayuran, sisa buah, bekatul, daun. Residu ialah sampah yang tidak diperlukan lagi baik untuk pengomposan maupun sebagai barang lapak. Sampah residu meliputi bahan organik yang sukar terurai (kulit durian, kulit telur, ranting & cabang pohon, bongkol jagung) dan B3.
• Jenis sampah rumah tangga terdiri dari (1) sampah basah dan (2) sampah kering. Sampah basah ialah sampah organik yang mudah membusuk terdiri dari sisa makanan, sisa sayur, sisa buah, daun tanaman. Sampah kering ialah sampah organik yang lama membusuk dan sampah an-organik.
• Sampah khusus ialah sampah yang berukuran besar seperti perabotan rumah tangga, rak buku, filing kabinet, barang elektronik, sampah kebun.

B. Pentingnya Pemilahan Sampah
Pemilahan sampah merupakan modal awal pengelolaan sampah. Pemilahan sampah bertujuan untuk meletakkan jenis sampah sesuai dengan kelompoknya (sampah basah atau sampah kering). Pemilahan sampah dilakukan agar sampah dapat dimanfaatkan/Re-use atau didaurulang/Re-cycle. Pemilahan sampah dapat memperoleh bahan baku sampah yang baik untuk kompos. Kualitas kompos juga ditentukan oleh bahan baku kompos/sampah. Pemilahan sampah juga dapat memperoleh energi dan hasil samping dari pemrosesan sampah. Pemilahan sampah dapat mengetahui jenis sampah yang berbahaya.

C. Tips-tips Pemilahan Sampah
Proses pemilahan sampah rumah tangga dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan manusia. Proses pemilahan sampah dari rumah tangga dilakukan dengan menyediakan 4 (empat) tempat yaitu (1) sampah basah, (2) sampah kering nilai jual tinggi, (3) sampah kering nilai jual rendah, dan (4) sampah yang tidak terolah yang dibuang ke TPS/TPA. Pengurangan ukuran sampah basah merupakan langkah pengolahan sampah berikutnya untuk mempercepat proses pengomposan. Proses pemilahan dan pengolahan sampah memerlukan keterampilan yang dapat dikembangkan melalui pengalaman dan kebiasaan. Dengan pengalaman dan kebiasaan ini dapat meningkatkan jati diri sebagai Kader Lingkungan. Tidak ada kata repot atau sulit dalam memilah sampah karena dengan modal pemilahan sampah minimal kita dapat berperilaku hidup sehat, peduli & berkarya dalam lingkungan serta dapat menambah pendapatan.

7 komentar:

Novita mengatakan...

bagus sekali artikelnya, sangat bermanfaat bagi para generasi muda agar lbh mengenal sampah. saya mau tanya, kan biasanya orang-orang sering membuang sampah sembarangan. gmana cara memotivasi mereka (org di sekitar kita) agar tdk suka membuang sampah sembarangan? mhon penjelasannya. sakalangkong...

Laili Itu Saia, 093654020 mengatakan...

Sipp siph artikelnya., mari kita lestarikan budaya "buang sampah pada tempatnya", sebagai motivasi agar masyarakat sadar untuk membuang sampah pada tempatnya dapat dilakukan dengan pemberian info sejak dini, misalnya pelatihan daur ulang dan pendidikan berkarakter. cara lain dengan kita sendiri memulai memberi contoh dan menjaga agar lingkungan sekitar kita bersih. dengan itu orang akan sungkan tuk buang sampah sembarangan., gamana? oke kan..!

Dhesta Nurdana Puspita mengatakan...

iya betul apa yang dikatakan laili, salah satunya dengan kita memberikan info-info tentang betapa pentingnya kita membuang sampah pada tempatnya dan memberikan pelatihan daur ulang pada masyarakat. selain itu faktor yang paling penting adalah kesadaran pada diri kita sendiri bahwa membuang sampah pada tempatnya itu sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri dan lingkungan sekitar.

pRecious liVe mengatakan...

kak dhesta saya mohon ijin untk mengkopi artikel ini sebagai bahan tugas ya..terimakasih:)

Anadya mengatakan...

mohon izin copy kak

Unknown mengatakan...

MARI KITA JUGA MERUBAH POLA PIKIR KITA DARI "MEMBUANG SAMPAH" MENJADI "MENARUH SAMPAH", KARENA KATA "MEMBUANG" MEMPUNYAI KONOTASI BAHWA BARANG TERSEBUT TIDAK BERGUNA LAGI. TERIMA KASIH

Unknown mengatakan...

kalau di indo sudah disediakan tempat sampah yg ditandai tetep aja buangnya sembarangan.. prihatin jadinya.

Posting Komentar